Sejak dua minggu ni aku banyak kerut dahi.
Especially lepas boss aku bagi aku keje yang dia tak reti buat dan paksa aku buat.
Okay, mungkin dia reti buat, tapi malas nak buat.
Aku patut amik cuti 1 bulan dan tengok camne dia buat keje.
Aku ingat lagi kalo time kat kilang lama dulu, aku punya general manager pun leh buat keje level technician (i.e. jalankan machine).
Ini... benda yang dia tak reti buat dan tak reti apakemanatangnya menatang tu dan mengharapkan aku 100% paham apakemenatang menatang yang dia tak paham tu buat aku jadi stress because tak pasal2 aku je yang kena jawab soalan yang orang bagi kat dia.
Kiranya dia subcon keje kat aku dan aku buat keje ntah apa ntah.
Nde, last2 petang tadi buat head to head on "consultation" antara aku ngan dia pasal aku punya goals and dia punya target untuk aku.
Benda sama, cuma bagi aku, cara dia lain.
Aku dah takmo phail pasal tak cukup info, tak cukup training, tak cukup knowledge.
Experience, aku tak kesah, because memang dapat on the way.
Contohnya macam pi beli makanan kat McD. Ko pi situ without any information on what McD is selling and just buy what you "think" you want to eat at the counter, or do you plan ahead?
And when do you plan ahead? When you're at home? While driving? In front of the restaurant? When lining up? At the counter? After you've made the purchase?
Contoh makan may not fit, but that's about how it is.
So, kerut ajelah dahi aku ni nak berjawab benda yang dia mintak tapi tak sure apa yang dia mintak...
Yang paling aku tensen tu, dia pi fokus kat tempat yang tak kritikal langsung. Aku fokus kat tempat yang memang client nak, tapi dia fokus kat gambar presentation lah, kaler lah, graphics lah... I'm focusing on content, you incompetent twirp.
So last2, whatever that is that a person needs to find in a job (for low-level people like me), is to have a mentor that is accustomed to my job scope, knows what I should do and he/she can do it themselves. Being that I'm not directly assigned to these people, the amount of experience that I am getting now is less to nothing if I was compared to a new guy working with the right supervisor.
So, apa yang dia kata: belajar sambil phail je lah. kelas2 tu lain kali bila ada revenue.
Aku pulak, camne nak ada revenue kalau tak pi kelas? Pi belajar dulu baru amik test or pi test dulu baru belajar?
Soalan telur ngan ayam. Bila2 tak abis.
So tambah jelah kerut kat dahi aku ni for the remainder of the week (until the current work is out of my hands).
Seriously kalo ada conference call ngan client, aku takkan cakap apa2. Senyap je dan paksa boss aku jawab semua.
Camana taknya, aku ni takde knowledge langsung pasal tak diajar, kan?
No comments:
Post a Comment